kenapa mesti pake istilah oknum polisi atau oknum dpr atau oknum-oknum lainnya?

seakan-akan mereka tidak mau mengakui bahwa yang berbuat bejat itu adalah bagian dari mereka.

padahal semua (mungkin juga termasuk mereka) tau kalo oknum tersebut adalah bagian dari mereka.

kalo yang disebut oknum itu adalah orang yang ngaku-ngaku (penipu) kemudian melakukan tindakan melanggar hukum dan mengatasnamakan organisasi/badan/lembaga tersebut, maka pantas dia disebut oknum.

misal: seorang gila yang kabur dari rsj mengenakan pakaian polisi. kemudian dia menilang pengendara dan melakukan aksi “damai”. ketika itu, ternyata tertangkap tangan oleh kpk. maka seorang gila itu saya setuju adalah oknum polisi. karena jelas-jelas bukan bagian dari polisi.

*senang, sama-sama senang. susah? lo aja ndiri. gw ogah.