Sajak-sajak Sapardi Djoko Damono
9 Juli 2009
AKU INGIN
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
–oOo–
BERJALAN KE BARAT WAKTU PAGI HARI
waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di belakang
aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan
aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang
aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan
–oOo–
KAMI BERTIGA
dalam kamar ini kami bertiga:
aku, pisau dan kata –
kalian tahu, pisau barulah pisau kalau ada darah di matanya
tak peduli darahku atau darah kata
–oOo–
MATA PISAU
mata pisau itu tak berkejap menatapmu
kau yang baru saja mengasahnya
berfikir: ia tajam untuk mengiris apel
yang tersedia di atas meja
sehabis makan malam;
ia berkilat ketika terbayang olehnya urat lehermu
–oOo–
TENTANG MATAHARI
Matahari yang di atas kepalamu itu
adalah balonan gas yang terlepas dari tanganmu
waktu kau kecil, adalah bola lampu
yang di atas meja ketika kau menjawab surat-surat
yang teratur kau terima dari sebuah Alamat,
adalah jam weker yang berdering
sedang kau bersetubuh, adalah gambar bulan
yang dituding anak kecil itu sambil berkata:
“Ini matahari! Ini matahari!”
Matahari itu? Ia memang di atas sana
supaya selamanya kau menghela
bayang-bayanganmu itu.
–oOo–
tok tok tok……
wuiii..baru kali ini nih ngintip blog-nya Eden…
heheheh..
(meninggalkan jejak…wuzzzzzzhhhhh)
wah ketemu jugaa!!
__hujan bulan juni__
__heh kamu kamu , kamu dapet salam prestasi dari bri__
____salam balik gak??_____
Bukan Tentang Matahari yang Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari
:sapardi
aku ingin
mata pisau
untuk kami bertiga
puisinya bgus banget…..
co2k ma sikonku saat ini
setuju mas erwin kyle
Mas Sapardi, Yth.
Saya pernah membaca sajak karya Mas Sapardi, berjudul “BERJALAN KE BARAT WAKTU PAGIHARI”. Saya senang membaca sajak, tetapi saya tidak mengerti sajak. Saya sungguh kagum karena Mas Sapardi bisa mengangkat cerita tentang manusia, matahari dan bayang-bayang. Bagaimana hal itu bisa muncul Mas ? Terima kasih.
Aa Barnadi,
maaf saya bukan Bapak Sapardi. saya hanya penggemar sajak. dan saya juga pengagum salah satu sajak beliau yang berjudul “BERJALAN KE BARAT WAKTU PAGI HARI”, jadi saya kutip di blog saya ini.
Mas Eden, lama saya tidak membuka halaman bersajak. Mohon maaf baru sekarang saya buka kesukaan saya ini. Tidak mengapa Mas Eden bukanlah Mas Sapardi Djoko Damono. Yang penting kita sama-sama penggemar sajak. Semoga Mas Eden bertambah lengket dengan sajak-sajak bermutu. Terima kasih.
kembali kasih pak Barnadi.
amin… semoga pak Barnadi juga semakin lengket dengan sajak-sajak bermutu
saya pengen belajar lebih jauh tentang karyanya sapardi djoko damono…
gimana ya caranya kita menganalisa karya kumpulan puisi ayat-ayat api
Dimana ya, kira2 bisa dapet kumpulan sajak2nya Sapardi Djoko Damono? Apa beliau mengeluarkan kumpulan sajak?