oknum?

1 Juli 2008

kenapa mesti pake istilah oknum polisi atau oknum dpr atau oknum-oknum lainnya?

seakan-akan mereka tidak mau mengakui bahwa yang berbuat bejat itu adalah bagian dari mereka.

padahal semua (mungkin juga termasuk mereka) tau kalo oknum tersebut adalah bagian dari mereka.

kalo yang disebut oknum itu adalah orang yang ngaku-ngaku (penipu) kemudian melakukan tindakan melanggar hukum dan mengatasnamakan organisasi/badan/lembaga tersebut, maka pantas dia disebut oknum.

misal: seorang gila yang kabur dari rsj mengenakan pakaian polisi. kemudian dia menilang pengendara dan melakukan aksi “damai”. ketika itu, ternyata tertangkap tangan oleh kpk. maka seorang gila itu saya setuju adalah oknum polisi. karena jelas-jelas bukan bagian dari polisi.

*senang, sama-sama senang. susah? lo aja ndiri. gw ogah.

4 Tanggapan ke “oknum?”

  1. wah kyknya rti oknum bukan gt d den

    Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) susunan W.J.S. Poerwadarminta (cetakan ke-4, tahun 1984) mengartikan “oknum” sebagai: 1. penyebut diri, pribadi (dalam agama Katolik Roma); 2. orang seorang, perseorangan; 3. orang dengan anasir dengan arti yang kurang baik.

    jd kyknya ga ada d pengotakan oknum itu disalam atau diluar

  2. eden firmansyah berkata

    klo menurut KUBI, iya sih. artian oknum yang gw bahas itu salah.

    gw cuma ga setuju dengan kata-kata oknum yang sering mereka-mereka ucapin dan dengan gaya ngomongnya itu.
    sebenernya sih bukan kata-katanya yang gw ga suka, tapi tingkah dan perbuatannya juga :p

    “3. orang dengan anasir dengan arti yang kurang baik”

    nah loh…. berarti oknum anggota dpr (sering disebut-sebut seperti ini) yang koruspi itu berbuat hal yang kurang baik???
    kurang baik??? ckckckck

  3. noona berkata

    kayaknya bukan gitu deh den,,,
    jadi maksudnya, kalo seorang oknum dari
    suatu lembaga melakukan kesalahan,
    jangan lembaga nya yang disalahin,
    tapi oknum nya itu aja,
    maksudnya jangan disamaratakan,
    jangan dianggap semua yang ada di lembaga itu,
    pasti kaya gitu semua, belum tentu…

  4. eden firmansyah berkata

    klo menurut gw lan, karena orang yang berbuat salah dari suatu lembaga JUGA merupakan anggota lembaga tersebut. Dan secara sengaja atau ga sengaja, dia dibentuk juga oleh lembaga tersebut.

    jadi akui dong klo ADA anggotanya yang salah. meski ga semuanya salah. Dan harus dicari terus diperbaiki, apa ini murni orangnya atau lembaga ikut membentuk watak itu.

    *klo di kepolisian bener ga semuanya ga ya :-?

Tinggalkan Balasan